SEC AS Terbitkan Panduan Baru Penyimpanan Aset Kripto, Ini Dampaknya bagi Investor

Crypto News - Diposting pada 16 December 2025 Waktu baca 5 menit

Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) merilis panduan resmi mengenai penggunaan dompet digital dan layanan kustodian aset kripto bagi investor. Dokumen tersebut memuat penjelasan dasar tentang cara menyimpan aset kripto, praktik pengelolaan yang disarankan, serta berbagai risiko yang perlu dipahami masyarakat.

 

Dalam buletin edukasi investor yang diterbitkan pada Jumat (12/12/2025), SEC menguraikan secara mendalam perbedaan metode penyimpanan aset kripto, mulai dari pengelolaan mandiri (self-custody) hingga penggunaan penyedia kustodian pihak ketiga. Setiap metode dibahas dari sisi keunggulan, kelemahan, tingkat kendali atas aset, serta tanggung jawab keamanan yang harus ditanggung investor.

 

Kebijakan Kustodian dan Risiko Pengelolaan Aset Kripto

SEC menegaskan pentingnya investor memahami kebijakan yang diterapkan oleh kustodian pihak ketiga. Investor diimbau untuk menelusuri apakah penyedia layanan melakukan rehypothecation, yakni praktik meminjamkan kembali aset kripto yang disimpan, atau menggabungkan aset nasabah dalam satu pool alih-alih memisahkannya ke akun individual.

 

Praktik semacam itu dapat memengaruhi tingkat perlindungan aset, terutama ketika penyedia layanan menghadapi masalah operasional atau persoalan hukum.

 

Panduan tersebut juga mengulas berbagai jenis dompet kripto yang umum digunakan. SEC menjelaskan perbedaan antara hot wallet yang terhubung ke internet dan cold wallet yang disimpan secara offline. Hot wallet dinilai lebih rentan terhadap peretasan dan serangan siber.

 

Sebaliknya, cold wallet memiliki risiko kehilangan aset secara permanen apabila perangkat penyimpanan rusak, hilang, dicuri, atau kunci privat tidak dapat diakses kembali.

 

Penerbitan panduan kustodian ini dinilai mencerminkan perubahan pendekatan regulator terhadap industri kripto. Pada masa kepemimpinan Ketua SEC sebelumnya, Gary Gensler, lembaga ini dikenal mengambil sikap tegas terhadap aset digital. Kini, SEC mulai berperan lebih edukatif dengan menyediakan panduan praktis bagi investor.

 

Panduan tersebut dirilis sehari setelah Ketua SEC saat ini, Paul Atkins, menyatakan bahwa sistem keuangan konvensional tengah bergerak menuju ekosistem berbasis on-chain. Sehari sebelumnya, SEC juga menyetujui Depository Trust and Clearing Corporation (DTCC) untuk memulai proses tokenisasi aset keuangan, termasuk saham, exchange-traded fund (ETF), dan obligasi pemerintah.

 

Sumber: coinvestasi.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.