Waspada! Produk Investasi Kripto Berpotensi Dihantam Gelombang Likuidasi pada 2027

Crypto News - Diposting pada 19 December 2025 Waktu baca 5 menit

Produk investasi aset kripto berbentuk Exchange-Traded Product (ETP) diperkirakan akan menghadapi gelombang penutupan dalam beberapa tahun mendatang. Situasi ini dipicu oleh membanjirnya produk baru ke pasar tanpa dukungan permintaan yang sepadan.

 

Dalam unggahan di platform X pada Rabu (17/12/2025), analis ETF Bloomberg James Seyffart menyatakan bahwa lonjakan peluncuran ETP kripto yang diperkirakan terjadi pada 2026 berpotensi diikuti oleh penutupan besar-besaran pada akhir 2026 hingga 2027. Pandangan tersebut sejalan dengan estimasi manajer aset kripto Bitwise yang memprediksi lebih dari 100 ETF kripto akan memasuki pasar pada 2026.

 

“Kita kemungkinan akan menyaksikan banyak ETP kripto dilikuidasi. Proses ini bisa dimulai pada akhir 2026, tetapi lebih besar kemungkinannya terjadi pada 2027,” ujar Seyffart.

 

Ia menambahkan bahwa saat ini terdapat lebih dari 126 pengajuan ETP kripto yang masih menunggu persetujuan dari Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC). Menurutnya, banyak penerbit bertindak terlalu agresif dengan meluncurkan beragam produk baru tanpa perhitungan matang terhadap potensi minat investor.

 

Strategi tersebut berisiko menciptakan pasar yang jenuh, di mana hanya segelintir produk yang mampu menarik aliran dana signifikan dan bertahan dalam jangka menengah hingga panjang.

 

Risiko Penutupan karena Minim Aset Kelolaan

Penutupan ETF bukan fenomena baru dalam industri keuangan global. Sepanjang 2024, tercatat 622 ETF dihentikan secara global, termasuk lebih dari 189 di Amerika Serikat. Data Morningstar juga menunjukkan bahwa 244 ETF yang ditutup di AS pada 2023 memiliki usia rata-rata 5,4 tahun.

 

Sebagian besar ETF tersebut dihentikan karena gagal menarik dana investor dalam jumlah memadai. Akibatnya, nilai aset kelolaan tetap rendah dan tidak lagi layak secara ekonomi untuk dipertahankan oleh penerbit.

 

Pola serupa mulai tampak di pasar kripto. Sejumlah ETP kripto telah dilikuidasi sepanjang 2025, dengan contoh menonjol termasuk ARK 21Shares Active Bitcoin Ethereum Strategy ETF (ARKY) dan ARK 21Shares Active On-Chain Bitcoin Strategy ETF (ARKC).

 

Ke depan, pertumbuhan jumlah ETP kripto diperkirakan semakin didorong oleh penerapan standar pencatatan umum atau generic listing standards dari SEC. Aturan ini memungkinkan pengajuan ETP dievaluasi secara kolektif tanpa penilaian individual, sehingga membuka peluang persetujuan massal mulai 2026.

 

Bahkan sebelum regulasi tersebut resmi berlaku pada September, sejumlah manajer aset telah mengajukan ETF berbasis token yang lebih spekulatif, termasuk meme coin yang dikaitkan dengan tokoh publik.

 

Meski demikian, tidak semua ETP kripto menunjukkan kinerja buruk. Beberapa produk justru mendapat respons pasar yang cukup positif. ETF yang melacak Litecoin, Solana, dan XRP berhasil menarik minat investor pada 2025, melanjutkan tren positif yang sebelumnya dicatat ETF Bitcoin dan Ethereum spot pada 2024.

 

Data Farside Investors mencatat ETF Bitcoin spot di AS telah mengumpulkan arus dana masuk sebesar US$57,6 miliar atau sekitar Rp950 triliun sejak diluncurkan pada Januari 2024. Sementara itu, ETF Ethereum spot membukukan total inflow US$12,6 miliar atau sekitar Rp208 triliun sejak Juli 2024.

 

Adapun ETF Solana spot yang dikelola oleh Bitwise, VanEck, Fidelity, 21Shares, Franklin Templeton, dan Grayscale telah menghimpun dana sekitar US$725 juta atau setara Rp12 triliun sejak akhir Oktober.

Sumber: coinvestasi.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.