Crazy Rich Ini Borong 400 Ribu Hektar Hutan untuk Diselamatkan dari Penebangan

Berita Terkini - Diposting pada 03 December 2025 Waktu baca 5 menit

Bencana alam kerap dianggap sebagai akibat dari tindakan manusia yang merusak, yang mengeksploitasi alam demi keuntungan pribadi. Namun, para Crazy Rich dunia justru memiliki berbagai cara unik untuk membelanjakan kekayaannya.
Salah satunya adalah Johan Eliasch, seorang konglomerat kelahiran Swedia, yang pada tahun 2006 membeli 400.000 hektar hutan Amazon—luasan yang setara dengan Kota London!

 

Mengutip laporan The Guardian, Eliasch memutuskan membeli area Amazon tersebut sebagai upaya untuk melindungi kawasan yang dijuluki sebagai “paru-paru dunia.” Dengan memiliki hutan itu, ia dapat menjaga kelestarian pepohonan sekaligus melindungi satwa liar yang hidup di dalamnya.

 

Menurut pengakuannya, ia sudah sejak lama memiliki ketertarikan terhadap isu lingkungan. Ketika dibesarkan di Stockholm, Eliasch biasa keluar dari rumah dan bermain ski dari akhir Oktober hingga bulan April.

 

“Sekarang di Stockholm, Anda tidak bisa bermain ski sama sekali.”

“Menurut saya, itu hal yang aneh. Misalnya, saat ini jika Anda memiliki hutan, Anda justru terdorong untuk menebangnya habis lalu melakukan penanaman kembali. Dengan cara itu, Anda memperoleh uang dari penjualan kayu gelondongan. Dan ketika Anda menanam kembali, Anda menghasilkan uang dari kredit karbon. Bukankah itu sesuatu yang janggal?”

 

Ketika ditanya bagaimana rasanya memiliki hutan hujan seluas itu, Eliasch menjawab sambil tertawa kecil, “Ini adalah sesuatu yang sangat berharga sekaligus menjadi tanggung jawab yang besar.”

 

“Hutan ini sebenarnya bukan milik pribadi, bukan sesuatu yang Anda lihat setiap hari.”

Dalam wawancara bersama The Guardian, Eliasch mengungkap bahwa hutan Amazon yang ia beli sebelumnya merupakan milik perusahaan penebangan. “Saya menutup kegiatan perusahaan tersebut dan memberhentikan 1.000 karyawan... demi menyelamatkan hutan.”

 

Meskipun demikian, Eliasch mengakui bahwa ia menghadapi dilema antara melindungi hutan atau tetap mempekerjakan warga lokal yang membutuhkan penghasilan untuk bertahan hidup. Pada akhirnya, ia memilih untuk menyelamatkan hutan dengan menggunakan kekayaannya.

 

Eliasch juga mengatakan bahwa ia mempekerjakan tim pengawas guna memastikan bahwa penduduk sekitar tidak memasuki area hutan untuk melakukan penebangan liar.

Sumber: cnbcindonesia.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.