Berita Terkini
Tak Perlu Sarjana! Jadi 'Tukang Parkir' Pesawat, Segini Gaji dan Syaratnya
/index.php
Berita Terkini - Diposting pada 23 December 2025 Waktu baca 5 menit
Aliran Modal Emas Tokenisasi Mendekati US$1,5 Miliar, Investor Beralih ke Safe-Haven Berbasis Blockchain
Pergerakan modal di pasar aset digital menunjukkan tren baru, seiring nilai pasokan emas berbasis tokenisasi yang kini mendekati US$1,5 miliar. Lonjakan ini mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap instrumen lindung nilai (safe-haven) yang menggabungkan stabilitas emas dengan efisiensi teknologi blockchain. Perkembangan tersebut pun memunculkan spekulasi di kalangan pelaku pasar mengenai kemungkinan pergeseran sebagian modal dari Bitcoin ke emas tokenisasi.
Berdasarkan data terbaru, sejumlah produk emas tokenisasi seperti PAX Gold (PAXG) mencatat pertumbuhan pasokan yang signifikan. Kenaikan ini sejalan dengan reli harga emas global serta meningkatnya permintaan investor yang mencari perlindungan nilai di tengah ketidakpastian ekonomi. Selain emas fisik dan ETF konvensional, investor kini semakin melirik versi digital berbasis blockchain yang menawarkan likuiditas sepanjang waktu serta proses penyelesaian transaksi yang lebih cepat di ekosistem kripto.
Dinamika Bitcoin dan Emas Tokenisasi
Meski arus dana ke emas tokenisasi meningkat, para analis menilai fenomena ini tidak serta-merta menandakan eksodus modal dari Bitcoin. Bitcoin masih mempertahankan posisinya sebagai aset kripto utama, meskipun pergerakan harga BTC dalam periode yang sama belum sepenuhnya mencerminkan kekuatan aset lindung nilai lainnya. Faktor makroekonomi global, mulai dari ketidakpastian geopolitik hingga perubahan ekspektasi kebijakan moneter, dinilai turut memengaruhi pola aliran modal lintas kelas aset.
Faktor Pendorong Minat terhadap Emas Tokenisasi
Sejumlah faktor utama disebut mendorong meningkatnya nilai pasokan emas berbasis blockchain:
Apakah Modal Benar-Benar Menjauh dari Bitcoin?
Lonjakan pasokan emas tokenisasi hingga mendekati US$1,5 miliar dinilai lebih mencerminkan strategi diversifikasi portofolio ketimbang perpindahan modal secara besar-besaran dari Bitcoin. Para analis menilai, dalam ekosistem keuangan modern, arus dana dapat bergerak secara bersamaan ke berbagai kelas aset. Investor institusional maupun ritel cenderung menyeimbangkan eksposur antara aset berisiko dan aset defensif, tergantung kondisi pasar dan tujuan investasi.
Peningkatan aliran modal ke emas tokenisasi menandai berkembangnya preferensi investor terhadap instrumen lindung nilai berbasis blockchain. Meski sebagian pelaku pasar memilih alternatif yang lebih stabil di tengah volatilitas kripto, data saat ini menunjukkan bahwa diversifikasi dan manajemen risiko menjadi faktor utama—bukan indikasi bahwa Bitcoin ditinggalkan secara masif.
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.