Likuiditas Global (M2): Cara Kerjanya dan Dampaknya terhadap Pasar Kripto

Edukasi - Diposting pada 23 December 2025 Waktu baca 5 menit

Likuiditas Global (M2) dan Dampaknya terhadap Dinamika Pasar Kripto

Perhatian pelaku pasar kripto terhadap likuiditas global terus meningkat, seiring dengan perubahan arah kebijakan moneter bank sentral utama dunia. Salah satu indikator yang kerap digunakan untuk membaca kondisi likuiditas tersebut adalah M2 money supply, yang dinilai memiliki pengaruh signifikan terhadap aliran modal ke aset berisiko, termasuk aset kripto.

 

Secara umum, M2 menggambarkan total uang beredar dalam perekonomian yang mencakup uang tunai, dana di rekening giro, tabungan, serta simpanan berjangka jangka pendek. Ketika angka M2 mengalami pertumbuhan, likuiditas dalam sistem keuangan ikut meningkat, membuka peluang lebih besar bagi investor untuk mengalokasikan dana ke instrumen alternatif seperti saham dan mata uang kripto.

 

Keterkaitan Likuiditas Global dan Aset Kripto

Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah analis mencermati adanya hubungan antara ekspansi M2 global dan pergerakan harga aset kripto, terutama Bitcoin. Pelonggaran kebijakan moneter oleh bank sentral besar, seperti Federal Reserve, Bank Sentral Eropa (ECB), dan Bank of Japan, kerap menciptakan surplus likuiditas yang kemudian mengalir ke pasar kripto, baik sebagai sarana diversifikasi, lindung nilai, maupun instrumen spekulatif.

Sebaliknya, ketika bank sentral mulai mengetatkan kebijakan melalui kenaikan suku bunga atau pengurangan neraca keuangan (quantitative tightening), likuiditas cenderung menyusut. Kondisi ini sering diikuti oleh meningkatnya tekanan jual di pasar kripto, seiring berkurangnya aliran dana ke aset berisiko.

 

Relevansi M2 bagi Investor Kripto

Bagi investor aset digital, pergerakan M2 kerap dijadikan indikator makro untuk membaca arah pasar dalam jangka menengah hingga panjang. Meski fluktuasi harga kripto dalam jangka pendek lebih sering dipengaruhi oleh sentimen pasar dan faktor teknikal, tren likuiditas global memberikan gambaran yang lebih luas mengenai fase ekspansi atau kontraksi modal secara keseluruhan.

 

Meski demikian, para pengamat menekankan bahwa M2 bukan satu-satunya faktor yang menentukan pergerakan harga kripto. Aspek lain seperti tingkat adopsi teknologi, kepastian regulasi, serta dinamika pasar derivatif tetap memiliki peran penting. Dalam konteks ini, likuiditas global lebih tepat dipahami sebagai faktor makro yang dapat memperkuat atau melemahkan tren yang telah terbentuk di pasar kripto.

 

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.