Kementan Ungkap 11.000 Ha Sawah Puso Akibat Banjir Sumatra

Berita Terkini - Diposting pada 12 December 2025 Waktu baca 5 menit

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman Usai Konferensi Pers di BRMP Mektan, Tangerang, Senin (3/11/2025). (Bloomberg Technoz/Mis Fransiska)

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyampaikan bahwa data terbaru menunjukkan sekitar 11.000 hektare sawah di wilayah Sumatra–Aceh mengalami puso akibat banjir. Pemerintah memastikan lahan pertanian tersebut akan direstorasi melalui program cetak ulang agar produksi pangan masyarakat bisa kembali normal.

 

“Total sawah yang mengalami puso sekitar 11.000 hektare. Semuanya akan kami cetak ulang dan prosesnya ditangani langsung oleh pemerintah. Ini merupakan tanggung jawab Kementerian Pertanian,” ujar Amran dalam keterangan pers yang dirilis Jumat (12/12/2025).

 

Ia menegaskan bahwa pemulihan lahan pertanian menjadi prioritas utama pemerintah untuk memulihkan kehidupan petani dan menjaga stabilitas ketahanan pangan. Pemerintah juga akan mengambil langkah cepat untuk memperbaiki lahan yang mengalami kerusakan parah.

 

“Seluruh lahan sudah kami identifikasi dan laporkan. Untuk tanaman kopi di Aceh yang rusak total, kami akan melakukan replanting. Seluruhnya akan diganti,” katanya.

 

“Kami terus memantau dan memberikan bantuan. Insya Allah, sektor pertanian akan kami benahi sampai tuntas.”

 

Selain memastikan pemulihan lahan terdampak puso, Amran juga menyampaikan bahwa stok beras nasional berada pada kondisi yang sangat aman.

 

“Per tanggal 11 Desember, stok kita mencapai 3,7 juta ton. Ini menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah Indonesia, dan semuanya berasal dari produksi dalam negeri,” ungkapnya.

 

Ia menambahkan, pada tahun-tahun sebelumnya stok beras akhir tahun tertinggi biasanya hanya berada di sekitar 2 juta ton. Namun tahun ini, proyeksi hingga 20 hari ke depan menunjukkan ketersediaan di gudang diperkirakan menyentuh 3,65–3,67 juta ton.

 

“Ini capaian tertinggi. Jadi soal ketersediaan beras, Insya Allah Indonesia aman.”

 

Bantuan senilai Rp10 Miliar untuk Sumatra

Di sisi lain, Amran kembali melepas bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Pada tahap kedua ini, Kementerian Pertanian bersama Badan Pangan Nasional mengirim 153 truk bantuan dengan nilai sekitar Rp10 miliar.

 

“Kita kirim bantuan untuk saudara-saudara kita di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Bantuan ini berasal dari program Kementan Peduli, kontribusi jajaran Kementan, dan para mitra,” kata Amran.

 

Seluruh bantuan tersebut dikirim melalui kapal dari Pelabuhan Tanjung Priok. Bantuan berupa kebutuhan pangan dan sandang disalurkan kepada warga yang terdampak banjir di Sumatra.

 

Rinciannya meliputi sosis, mi instan, biskuit, makanan ringan, sarden, kecap, garam, gula, beras, air mineral, pakaian anak, pakaian pria dan wanita, pakaian dalam, daster, sarung, mukena, handuk, selimut, sajadah, kasur lipat, hingga terpal.

 

“Ini bentuk nyata solidaritas dan kepedulian kita untuk masyarakat di Sumatra. Negara hadir, bertindak cepat, dan memastikan bantuan benar-benar sampai kepada yang membutuhkan,” tegas Amran.

 

Total, Kementan telah menyalurkan 360 truk bantuan melalui program Kementan Peduli, termasuk pengiriman tahap pertama pada Kamis (4/12/2025). Pemerintah juga mengalokasikan dana reguler dan nonreguler untuk penanganan bencana di Sumatra.

 

“Selain Kementan Peduli, total bantuan pemerintah untuk dana reguler mencapai Rp918 miliar sesuai arahan Presiden Prabowo. Ditambah dana nonreguler dari permintaan pemerintah daerah sebesar Rp330 miliar, sehingga totalnya sekitar Rp1,249 triliun,” jelasnya.

 

Untuk memastikan distribusi berjalan lancar, Amran menugaskan pejabat Kementan dan Bapanas sebagai penanggung jawab hingga ke daerah. Mereka memastikan bantuan dari Jakarta diterima dan didistribusikan hingga posko BNPB dan wilayah yang terdampak.

 

“Kami melepas bantuan dari Kementan, mengawalnya sampai keberangkatan di Tanjung Priok, lalu tim Kementan dan Bapanas di tiga provinsi menerimanya dan memastikan distribusinya sampai ke lokasi terdampak,” ungkapnya.

 

Ia menegaskan bahwa upaya penanganan bencana akan terus diperkuat agar kebutuhan warga terpenuhi dan kondisi di wilayah terdampak dapat pulih secara bertahap. Ia menambahkan bahwa Kementan, Bapanas, pemerintah daerah, TNI/Polri, BNPB, dan seluruh mitra akan terus bekerja bersama.

Sumber: bloombergtechnoz.com/

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.