Kota Kecil Berpenduduk 58 Ribu Ini Mendadak Jadi Sorotan Dunia, Ada Apa?

Berita Terkini - Diposting pada 18 December 2025 Waktu baca 5 menit

Sebuah kota kecil di Swedia dengan jumlah penduduk sekitar 58 ribu jiwa menarik perhatian dunia karena keterkaitannya yang kuat dengan industri gim. Kota tersebut adalah Skovde, yang dikenal sebagai salah satu pusat pengembangan gim.

 

Skovde merupakan kota asal gim populer Goat Simulator, sebuah permainan unik yang memungkinkan pemain berperan sebagai seekor kambing. Dalam cuplikan videonya, gim ini menampilkan kambing yang tergeletak di tanah dengan lidah terjulur dan mata terbuka lebar.

 

Trailer tersebut juga memperlihatkan adegan seorang pria yang tubuhnya terbakar berlari mundur menuju sebuah rumah, diikuti adegan kambing yang bergerak mundur sambil terbang menabrak jendela, memperbaiki kaca yang pecah, lalu melesat menembus jendela lain hingga menyebabkan ledakan di sebuah pom bensin.

 

Selain Goat Simulator, Skovde juga melahirkan sejumlah judul gim lain seperti V Rising, Valheim, dan RV There Yet.

 

Ekosistem gim di kota ini berkembang pesat, dengan hampir 1.000 orang dari total penduduk Skovde yang tercatat belajar atau bekerja di sektor pengembangan gim.

 

Pembangunan ekosistem tersebut bermula dari dunia pendidikan. Pada akhir 1990-an, seorang dosen bernama Ulf Wilhelmson berkeinginan menempuh studi doktoral di bidang gim di Swedia.

 

Ia kemudian melanjutkan pendidikan ke Universitas Kopenhagen dengan dukungan pendanaan dari Universitas Skovde, tempat ia mengajar.

 

Pada tahun 2001, Wilhelmson mengusulkan pembukaan program studi pengembangan gim, mengingat rendahnya minat mahasiswa terhadap program teknologi informasi. Namun, usulan tersebut sempat ditolak oleh kalangan akademisi senior karena saat itu belum ada perusahaan gim di Skovde.

 

Setahun kemudian, program tersebut akhirnya dijalankan dan menjadi salah satu yang pertama di bidangnya, meski harus menghadapi tantangan karena belum adanya pedoman atau contoh kurikulum yang bisa dijadikan acuan.

 

Direktur Program Desain, Sanny Syberfeldt, menyebutkan bahwa tim pengajar harus merancang kurikulum sambil berjalan karena ketiadaan referensi sebelumnya.

 

Wilhelmson menegaskan bahwa tujuan utama program ini bukan sekadar memenuhi kebutuhan jangka pendek industri, melainkan mendorong perubahan yang lebih luas dalam industri gim.

 

Ia menyatakan bahwa ambisi mereka adalah menciptakan terobosan dan mengubah arah industri gim secara menyeluruh.

 

Selain peran universitas, Skovde juga menyediakan fasilitas pendukung bagi para pengembang gim melalui Science Park. Lembaga ini menjalankan program pembinaan bernama Sweden Game Start-Up yang berlangsung selama tiga tahun.

 

Menurut perwakilan Science Park, Jennifer Granath, program tersebut dirancang untuk membantu peserta membangun perusahaan gim yang berkelanjutan dan mampu bertahan setelah menyelesaikan masa pembinaan.

Sumber: cnbcindonesia.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.