Lebih dari 190 Perusahaan Publik Catatkan Bitcoin di Neracanya, Adopsi Institusi Kian Meluas

Berita Terkini - Diposting pada 24 December 2025 Waktu baca 5 menit

Kepemilikan Bitcoin oleh Perusahaan Publik Terus Meluas

Adopsi Bitcoin (BTC) sebagai aset cadangan perusahaan terus menunjukkan tren penguatan, dengan jumlah perusahaan publik yang menyimpan Bitcoin di neraca keuangannya kini melampaui 190 entitas. Perkembangan ini menandai perubahan signifikan dalam strategi keuangan korporasi global, di mana Bitcoin semakin diposisikan tidak hanya sebagai instrumen spekulatif, tetapi juga sebagai sarana lindung nilai terhadap tekanan ekonomi dan inflasi.

Data terkini dari BitcoinTreasuries.net mengungkapkan bahwa total kepemilikan Bitcoin oleh perusahaan publik kini telah melampaui 5% dari seluruh pasokan Bitcoin yang beredar. Kondisi ini berarti sebagian besar BTC terserap dan tersimpan dalam neraca perusahaan, sehingga mengurangi pasokan yang tersedia di pasar dan mencerminkan pergeseran struktur kepemilikan aset digital secara global.

 

Dorongan Makro dan Adopsi Institusional

Analis menilai tren ini merupakan bagian dari gelombang adopsi institusional yang lebih luas terhadap Bitcoin sebagai aset treasury. Ketidakpastian makroekonomi global mulai dari tekanan inflasi yang berkelanjutan hingga risiko volatilitas pasar keuangan konvensional—mendorong banyak perusahaan mencari alternatif penyimpanan nilai. Dalam konteks ini, Bitcoin dipandang sebagai cadangan non-fiat yang relatif tahan terhadap penurunan nilai mata uang, sehingga sejumlah korporasi mulai mengalokasikan sebagian kas mereka ke BTC.

 

Profil Perusahaan Pemegang Bitcoin

Kepemilikan Bitcoin di kalangan perusahaan publik mencakup beragam sektor, termasuk teknologi, jasa keuangan, hingga perusahaan yang berfokus langsung pada industri kripto. Strategy (MSTR) tercatat sebagai pemegang Bitcoin terbesar di antara perusahaan publik, disusul oleh nama-nama lain seperti Marathon Digital Holdings, Twenty One (XXI), dan Bitcoin Standard Treasury Company, berdasarkan data Tradesilvania.

 

Risiko Konsentrasi Tetap Jadi Sorotan

Di sisi lain, meningkatnya konsentrasi kepemilikan Bitcoin pada neraca korporasi juga memunculkan kekhawatiran di kalangan pengamat pasar. Mereka menilai potensi aksi ambil untung besar atau likuidasi paksa dalam kondisi pasar yang tertekan dapat memperbesar volatilitas harga. Meski demikian, bagi banyak direktur keuangan dan manajer investasi, Bitcoin tetap dipandang sebagai komponen strategis dalam upaya diversifikasi portofolio jangka panjang.

 

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.