Prabowo Kembali Tinjau Lokasi Banjir Aceh, Ini 7 Arahannya untuk Penanganan Cepat

Berita Terkini - Diposting pada 09 December 2025 Waktu baca 5 menit

Foto: Prabowo kembali melakukan peninjauan dampak banjir bandang di Aceh. Setelah peninjauan, Prabowo langsung memimpin ratas bersama menteri-menteri usai peninjauan. (Firda/detikcom)

Presiden Prabowo Subianto kembali mendatangi wilayah terdampak bencana di Aceh. Pada kunjungan keduanya ini, ia menyampaikan sejumlah instruksi baru, termasuk meminta Menteri Dalam Negeri menindak kepala daerah yang meninggalkan wilayahnya saat bencana terjadi. Berdasarkan laporan detikcom, Senin (8/12/2025), Prabowo melakukan kunjungan tersebut pada Minggu (7/12) di Kabupaten Bireuen, Aceh.

 

Ini merupakan kali kedua Prabowo meninjau daerah terdampak banjir di Aceh, setelah sebelumnya datang pada Senin (1/12). Dalam peninjauan terbaru, ia mengecek pembangunan jembatan bailey di Bireuen, yang saat itu masih terpasang sebagian di atas sungai.

 

Setelah memantau kondisi banjir, Prabowo kemudian memberikan beberapa arahan baru. Berikut poin-poinnya.

1. Memerintahkan TNI-Polri Mengerahkan Seluruh Kekuatan
Prabowo menunjuk KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak sebagai pimpinan satgas percepatan perbaikan jembatan di seluruh daerah bencana di Sumatera. Hal ini ia sampaikan saat melihat jembatan bailey yang pemasangannya baru setengah selesai.

 

Ia menyebut banyak bendungan dan sawah warga rusak akibat banjir bandang dan menegaskan bahwa pemerintah akan membantu pemulihan. Prabowo juga meminta KSAD menggerakkan seluruh pasukan konstruksi dan teritorial untuk mempercepat penanganan.

 

Ia lalu meminta Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengerahkan seluruh personel mereka. Keduanya menyatakan siap.

 

2. Mengecek Proses Pemulihan Listrik di Aceh
Prabowo menanyakan perkembangan pemulihan listrik kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Bahlil melaporkan bahwa sekitar 97% wilayah Aceh akan kembali dialiri listrik pada malam yang sama. Prabowo mengapresiasi hal tersebut dan menegaskan bahwa pemerintah hadir untuk menyelesaikan persoalan rakyat.

 

3. Menghapus Utang KUR Petani di Sumatera
Prabowo memastikan seluruh warga terdampak bencana di Sumatera akan dibantu. Ia juga mengumumkan bahwa utang KUR petani yang terdampak bencana akan dihapus karena dianggap sebagai keadaan memaksa atau force majeure. Ia berjanji pasokan pangan akan dikirim dari daerah lain dan menegaskan para petani tidak perlu cemas.

 

4. Mengingatkan Pejabat Tidak Mencari Keuntungan saat Bencana
Dalam rapat terbatas di Lanud Aceh, Prabowo menegaskan bahwa tidak boleh ada pejabat yang memanfaatkan bencana untuk kepentingan pribadi. Ia meminta seluruh menteri dan kepala instansi mengawasi bawahannya agar tidak ada praktik mark up maupun penyimpangan lain. Ia berjanji akan menindak tegas siapa pun yang terbukti mengambil keuntungan di tengah penderitaan masyarakat.

 

5. Meminta Menkes Mengirim Dokter Magang dan Koas
Prabowo meminta Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengerahkan dokter internship dan dokter koas ke lokasi-lokasi terdampak bencana. Menkes Budi awalnya menyampaikan bahwa Aceh kekurangan dokter karena sebagian tenaga medis menjadi korban. Ia meminta bantuan TNI-Polri untuk mengirim sekitar 300 dokter. Prabowo kemudian menanyakan apakah dokter koas bisa diterjunkan. Menkes menjelaskan bahwa yang dapat diturunkan adalah dokter internship, meski tetap membutuhkan pendamping.

 

6. Menyoroti Penyaluran Bantuan dari Helikopter
Prabowo menyinggung metode pemberian bantuan melalui helikopter yang sempat menuai kritik. Kepala BNPB Letjen Suharyanto menjelaskan bahwa semua wilayah terisolasi kini sudah mendapat logistik, meski pengirimannya masih terbatas karena hanya dapat dilakukan lewat udara. Ia memastikan tidak ada lagi bantuan yang dijatuhkan langsung dari helikopter dan beberapa sekarang diturunkan menggunakan parasut. Prabowo kemudian menanyakan kemungkinan penggunaan sling rope untuk mempercepat distribusi bantuan.

 

7. Memerintahkan Mendagri Memproses Kepala Daerah yang “Lari” saat Bencana
Prabowo juga menyinggung Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS, yang pergi umrah tanpa izin saat daerahnya terdampak bencana. Ia meminta Mendagri Tito Karnavian mengambil tindakan. Ia menegaskan kepala daerah seharusnya berada di garis depan mendampingi rakyat saat terjadi bencana, dan menyamakan tindakan meninggalkan wilayah dengan konsep desersi dalam militer.

Sumber: detik.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.