Berita Terkini
Tak Perlu Sarjana! Jadi 'Tukang Parkir' Pesawat, Segini Gaji dan Syaratnya
/index.php
Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 12 November 2025 Waktu baca 5 menit
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengungkapkan bahwa lembaganya berencana mengajukan permintaan tambahan anggaran kepada Kementerian Keuangan yang kini dipimpin oleh Purbaya Yudhi Sadewa.
Pernyataan ini disampaikan Dadan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR yang digelar di ruang rapat Komisi IX DPR, Senayan, Jakarta, pada Rabu (12 November 2025).
Dadan menjelaskan bahwa pada awal tahun banyak pihak sempat meragukan kemampuan BGN dalam menyerap anggaran. Namun berdasarkan perhitungan internal, sejak Januari hingga April 2025, realisasi penyerapan anggaran menunjukkan peningkatan yang signifikan, yaitu Rp52 miliar pada Januari, Rp1,1 triliun pada Februari, Rp1,8 triliun pada Maret, dan Rp2,5 triliun pada April.
Adapun penyerapan anggaran BGN hingga bulan ini telah mencapai Rp43,47 triliun, atau sekitar 61,2% dari total pagu anggaran sebesar Rp71 triliun.
Untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), realisasi penyerapan sudah mencapai Rp36,23 triliun dari total pagu Rp51,2 triliun, sehingga tersisa Rp14,97 triliun. Berdasarkan proyeksi ke depan, Dadan menyebut BGN masih memerlukan tambahan anggaran sekitar Rp14,53 triliun agar seluruh kegiatan dapat terlaksana dengan optimal.
Selain itu, BGN juga tengah berupaya mempercepat pembangunan 8.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai wilayah terpencil, bekerja sama dengan satuan tugas pemerintah daerah. Lokasi proyek ini berada di daerah yang sulit dijangkau, seperti kawasan pegunungan serta wilayah yang terpisah oleh sungai maupun laut. Untuk melaksanakan program ini, BGN membutuhkan tambahan dana sebesar Rp14,1 triliun.
Dengan demikian, total kebutuhan tambahan anggaran mencapai Rp28,63 triliun, yang mencakup tambahan dari pagu anggaran MBG dan pembangunan SPPG. Dadan menyebut bahwa pengajuan resmi tambahan anggaran tersebut telah disampaikan ke Kementerian Keuangan.
“Kemudian total kebutuhan anggaran kita, tambahan yang sedang kita ajukan ke Kementerian Keuangan, adalah sebesar Rp28,63 triliun,” ujar Dadan dalam rapat tersebut.
Lebih lanjut, Dadan menjelaskan bahwa berdasarkan proyeksi tahun berjalan, BGN membutuhkan total anggaran sebesar Rp99 triliun pada 2025.
“Dengan demikian, Badan Gizi Nasional diperkirakan akan menyerap total Rp99 triliun, terdiri atas Rp71 triliun dari pagu awal dan tambahan sebesar Rp28,63 triliun,” jelasnya.
Sumber: cnnindonesia.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.