Cara Tak Terduga Purbaya Dongkrak Ekonomi RI, Bikin Publik Terkejut!

Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 21 November 2025 Waktu baca 5 menit

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa/Foto: Ilyas Fadilah/detikcom

Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkapkan strategi untuk meningkatkan perekonomian Indonesia. Pendekatan tersebut selaras dengan teori ekonom asal Britania Raya, Roger Farmer, dalam bukunya berjudul The Macroeconomics of Self-fulfilling Prophecies.


Dalam karya tersebut, jelas Purbaya, ekspektasi menjadi salah satu elemen penting yang memengaruhi arah pertumbuhan ekonomi. Ekspektasi yang optimistis dapat mendorong pelaku usaha maupun konsumsi masyarakat, sehingga menggerakkan roda perekonomian.

 

“Jadi, menurut dia, ekspektasi dapat memengaruhi ekonomi. Kalau kita menciptakan ekspektasi yang positif, maka kemungkinan besar pertumbuhan ekonomi juga akan bergerak ke arah yang positif,” ujar Purbaya dalam acara Ecoverse di Westin Hotel, Jakarta Selatan, Kamis (20/11/2025).

 

Berdasarkan pemahaman itu, Purbaya berusaha membangun ekspektasi positif di kalangan pelaku pasar. Langkah tersebut mulai ia lakukan sejak resmi ditunjuk sebagai Menteri Keuangan oleh Presiden Prabowo Subianto beberapa bulan sebelumnya.

 

“Jadi ketika saya diberi posisi Menteri Keuangan dengan kondisi ekonomi saat itu, saya menerapkan kebijakan berdasarkan konsep tadi. Jadi bukan asal berbicara, pertama-tama saya bangun ekspektasi. Bagaimana caranya? Saya tampil percaya diri. Menunjukkan kesan pintar. Memang sombong dan pintar itu sebenarnya benar juga sih. Jadi cocok. Saya bilang, tidak perlu takut. Kita bisa tumbuh lebih baik,” terangnya.

 

Ekspektasi tersebut lalu didorong melalui sejumlah kebijakan yang ia keluarkan, termasuk salah satunya mengucurkan dana Rp 200 triliun ke bank-bank milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Menurutnya, langkah tersebut membawa dampak positif bagi kondisi ekonomi.

 

“Setelah itu saya pantau, apakah ada perbaikan ekonomi? Dan ternyata memang ada. Penjualan meningkat, sektor ritel mulai bergerak naik, pasar kembali ramai, dan bank-bank sudah kembali menyalurkan kredit,” paparnya.

 

“Saya tambahkan lagi Rp 200 triliun. Dampaknya apa? Saya ini ekonom yang suka mengombinasikan berbagai instrumen. Baik fiskal maupun moneter, semuanya saya gunakan. Intinya memaksimalkan pertumbuhan ekonomi. Yang ingin saya pastikan adalah fiskal berjalan, moneter berjalan, dan sektor riil juga bergerak,” pungkasnya.

Sumber: detik.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.