Berita Terkini
Tak Perlu Sarjana! Jadi 'Tukang Parkir' Pesawat, Segini Gaji dan Syaratnya
/index.php
Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 09 December 2025 Waktu baca 5 menit
Beberapa tahun lalu, Facebook—yang kini dikenal sebagai Meta—pernah menggagas proyek ambisius bernama Metaverse. Namun inisiatif yang telah menelan lebih dari US$60 miliar atau sekitar Rp 998 triliun sejak 2020 itu tidak berjalan mulus.
Meta sebenarnya memiliki visi besar untuk proyek tersebut. Dunia virtual yang mereka bangun ditujukan untuk saling menghubungkan pengguna sekaligus memperluas pasar perangkat buatan perusahaan.
Namun laporan terbaru menyebutkan bahwa Meta akan mengurangi anggaran untuk proyek itu. Bloomberg News, dikutip Reuters pada Minggu (7/12/2025), mengungkapkan bahwa pengurangan dana mencapai 30% untuk rencana anggaran tahun 2026.
Laporan serupa juga menyatakan bahwa pemangkasan anggaran tersebut kemungkinan besar akan disertai dengan PHK, yang diprediksi dapat dimulai paling cepat pada Januari 2026.
Meta belum memberikan tanggapan terkait permintaan komentar mengenai isu tersebut.
Proyek metaverse Meta berada di bawah Reality Labs, unit yang juga memproduksi headset mixed-reality Quest, kacamata Ray-Ban, serta perangkat augmented reality yang sedang dikembangkan.
Reuters menambahkan bahwa kabar pemotongan anggaran ini muncul ketika Meta tengah berupaya mempertahankan posisinya dalam persaingan teknologi AI. Model Llama 4 buatan perusahaan disebut tidak mendapatkan sambutan yang memuaskan.
Tahun ini, Meta telah menetapkan belanja modal sebesar US$72 miliar atau sekitar Rp 1.198 triliun. Secara keseluruhan, perusahaan diperkirakan menghabiskan sekitar US$400 miliar atau Rp 6.600 triliun untuk pengembangan AI sepanjang 2025.
Untuk proyek AI tersebut, Meta menempatkannya di bawah Superintelligence Labs. Mark Zuckerberg, selaku pimpinan Meta, turun langsung mengarahkan proyek tersebut dan memimpin upaya rekrutmen talenta baru.
Dikabarkan Zuckerberg secara pribadi menawarkan kandidat-kandidat pilihannya, termasuk dari berbagai startup, dengan paket kompensasi bernilai jutaan dolar agar mereka bersedia bergabung dengan Meta.
Sumber: cnbcindonesia.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.