Target Baru Prabowo: 2029 Indonesia Tak Lagi Impor BBM Bensin, Ini Strateginya

Bisnis | Ekonomi - Diposting pada 18 December 2025 Waktu baca 5 menit

Foto: Pengarahan Presiden RI kepada Kepala Daerah se-Papua dan KEPP-OKP, Istana Negara, Selasa (16/12/2025). (BPMI)

Presiden Prabowo Subianto menargetkan Indonesia menghentikan impor bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin mulai tahun 2029, seiring penerapan etanol sebagai campuran bahan bakar.

 

Ia menjelaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan bagian dari agenda besar menuju swasembada energi nasional. Menurut Prabowo, kemandirian energi akan memberikan dampak signifikan terhadap penghematan anggaran negara, mengingat nilai impor BBM Indonesia saat ini mencapai sekitar Rp520 triliun setiap tahun.

 

Prabowo menyampaikan bahwa dana yang berhasil dihemat nantinya dapat dialokasikan untuk mendorong pembangunan di daerah. Ia menilai setiap kabupaten dan kota berpeluang memperoleh anggaran hingga Rp1 triliun per tahun dari penghematan tersebut.

 

Dalam arahannya kepada para Kepala Daerah se-Papua dan Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua di Istana Negara pada Selasa, 16 Desember 2025, Prabowo menyatakan bahwa mulai tahun depan Indonesia ditargetkan tidak lagi mengimpor solar dari luar negeri, dan dalam kurun waktu empat tahun diharapkan impor bensin juga dapat dihentikan.

 

Selain itu, Prabowo mendorong pengembangan komoditas energi berbasis kelapa sawit dan tebu di wilayah Papua guna mendukung tercapainya kemandirian energi sekaligus swasembada pangan.

 

Ia menilai Papua memiliki potensi besar sebagai pusat pengembangan bahan baku bioenergi yang mampu menghasilkan BBM maupun etanol.

 

Prabowo berharap penanaman kelapa sawit, tebu, serta singkong dapat digalakkan di Papua untuk memproduksi BBM dan etanol, sehingga dalam lima tahun ke depan seluruh daerah dapat mandiri secara energi dan ekonomi.

 

Dengan langkah tersebut, Indonesia diharapkan tidak hanya mencapai swasembada pangan, tetapi juga mampu menekan beban subsidi energi yang setiap tahun mencapai nilai triliunan rupiah.

 

Ia menambahkan bahwa pemanfaatan energi surya dan tenaga air dalam pengembangan kelapa sawit, singkong, dan tebu berpotensi menghemat anggaran negara hingga ratusan triliun rupiah setiap tahunnya.

Sumber: cnbcindonesia.com

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital

 

DISCLAIMER

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.