Berita Terkini
Tak Perlu Sarjana! Jadi 'Tukang Parkir' Pesawat, Segini Gaji dan Syaratnya
/index.php
Saham News - Diposting pada 19 December 2025 Waktu baca 5 menit
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Kamis (18/12) di area negatif setelah turun 0,68% dan ditutup pada level 8.618,19. Pelemahan indeks terjadi akibat tekanan di sebagian besar sektor, meskipun sejumlah saham perbankan berkapitalisasi besar berhasil membatasi penurunan yang lebih tajam.
Saham BBCA mencatat kenaikan 1,87%, disusul BMRI yang menguat 2,49% serta BBRI yang naik 0,80%, sehingga menjadi penopang utama pergerakan IHSG. Di sisi lain, pelemahan indeks dipicu oleh koreksi saham AMMN sebesar 6,11%, BREN yang turun 2,83%, serta FILM yang merosot 9,80%.
Dari aktivitas investor, pelaku pasar asing justru membukukan aksi beli bersih senilai Rp421,76 miliar di pasar reguler, dan secara keseluruhan mencapai Rp1,02 triliun di seluruh segmen perdagangan.
Secara sektoral, sembilan dari sebelas sektor ditutup melemah. Sektor consumer cyclicals mencatat penurunan terdalam sebesar 2,18%, sementara sektor consumer non-cyclicals menjadi satu-satunya sektor yang berhasil menguat dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,16%.
Dari sisi korporasi, PT Petrosea Tbk (PTRO) melalui entitas anaknya, Scan-Bilt Pte. Ltd., menandatangani kontrak Engineering, Procurement, and Construction (EPC) untuk sebuah proyek di Singapura.
Selain itu, Scan-Bilt juga memperoleh Letter of Award untuk layanan Integrated Facilities Management (IFM) dari Aster Chemicals and Energy Pte. Ltd. yang mencakup fasilitas Aster Bukom Chemicals & Energy Complex dan Aster Jurong Island Chemical Complex.
Pendapatan dari proyek tersebut diperkirakan akan meningkat secara bertahap, dengan kontribusi terbesar diproyeksikan terjadi pada fase tengah pengerjaan yang diperkirakan berlangsung pada 2027.
Sementara itu, PT SLJ Global Tbk (SULI) berencana melakukan aksi private placement dengan menerbitkan hingga 632 juta saham baru, setara dengan 10% dari modal disetor penuh perseroan.
Aksi ini berpotensi meningkatkan jumlah saham beredar dari 6,32 miliar menjadi sekitar 6,95 miliar saham, serta menyebabkan penyesuaian kepemilikan hingga sekitar 9,09%.
Rencana private placement tersebut masih dalam tahap pencarian investor dan akan dimintakan persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada Jumat (19/12). Melalui aksi korporasi ini, total aset perseroan berpeluang meningkat menjadi USD48,28 juta, sementara ekuitas diperkirakan bertambah menjadi USD19,12 juta.
Adapun rekomendasi saham harian dari Mega Capital Sekuritas mencakup INCO, CMRY, WOWS, PIPA, dan ANTM dengan rentang harga beli, target harga, serta batas kerugian yang telah ditetapkan.
Sebagai catatan, seluruh analisis dan rekomendasi saham yang disampaikan bersifat informatif dan tidak dimaksudkan sebagai ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi. Investor diharapkan tetap berinvestasi secara cermat dan bijaksana.
Sumber: cnbcindonesia.com
Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram, TikTok, Youtube Digivestasi agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar ekonomi, keuangan, teknologi digital dan investasi aset digital
DISCLAIMER
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami rangkum dari sumber terpercaya dan dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs ini adalah merupakan tanggung jawab mereka pribadi.